Ya, Game of Thrones adalah seri televisi yang menceritakan tentang permainan 'perebutan' kekuasaan yang diadopsi dari novel karya George R. R. Martin. Series ini rilis perdana pada tanggal 17 April 2011. Di dalamnya terdapat banyak intrik yang kompleks, mulai dari perebutan kekuasaan hingga percintaan.
| Baca juga: Asumsi: Musuh Hubungan yang Tak Terlihat
Satu bagian favorit saya adalah kisah Valyria kuno (old Valyria), kisah ini berisi tentang satu wilayah peradaban masyarakat yang hidup berdampingan dengan eksistensi sihir kuno dan naga. Letak Valyria ini di bagian selatan bumi Game of Thrones, tepatnya di benua Essos (Timur). Dalam kisah, wilayah ini lenyap disebabkan letusan gunung berapi. Sebelum kehancuran (The Doom), masyarakat yang tinggal di Valyria hidup makmur dan membangun koloni dengan menaklukkan benua Essos. Penaklukan dilakukan menggunakan naga, yang mana naga merupakan makhluk sangat spesial, analoginya seperti manusia yang menjadi dewa jika memilikinya, karena sangat berkuasa.
Penaklukan ini berlanjut beriringan dengan tumbuhnya peradaban di Valyria, semakin banyak bangsawan yang memiliki naga atau memiliki hak klaim naga, salah satu klan bangsawan yang memiliki naga adalah dari klan Targaryen. Naga-naga berkembang biak dengan baik di bawah tanah Valyria yang hangat -- habitat asli naga, hingga pada waktu The Doom, yang mampu menyelamatkan diri hanya beberapa klan, salah satunya adalah klan Targaryen.
| Baca juga: Harapan dan Penipuan: Apa Hubungannya?
Berawal dari penyelamatan diri klan Targaryen, klan ini menyelamatkan diri ke benua Westeros (Barat) membawa naga-naga mereka dan tinggal di Dragonstone. Penaklukan oleh bangsa Valyria ternyata tidak padam bersamaan dengan lenyapnya Valyria. Penaklukan dilanjutkan oleh Aegon the Conqueror dengan naga mega besarnya Balerion the Black Dread di benua yang baru mereka tinggali setelah menyelamatkan diri.
Kisah berlanjut hingga pengenalan benua Westeros yang ternyata juga memiliki sihir lebih kuno dan menyeramkan seperti White Walkers, The First Men, The Children of The Forest, The Tree of Old God, dan lain-lain. Kompleksitas cerita Game of Thrones berjalan dengan baik ketika Aegon I (Aegon the Conqueror) menaklukkan dan membangun kerajaan federasi dengan tujuh kerajaan persemakmuran.
Kerajaan-kerajaan inilah yang mengabdi pada raja, pemerintahan berjalan dengan orang-orang yang dikirim oleh kerajaan persemakmuran atau diminta oleh ibukota (Kings landing) menjadi pejabat pemerintah dengan sistem monarki (tentu saja).
| Baca juga: Seberapa Penting Mencadangkan Data?
Tentu saja seperti yang kita tau bersama, intrik di dalam kekuasaan sangat banyak dan berbahaya meskipun sebagai pejabat yang memiliki pasukan pengaman. Seperti kasus yang terjadi pada era Mad King, si raja gila yang pemarah, hasratnya ingin membumi hanguskan kerajaannya, membakar dan memerintahkan militer untuk selalu tunduk pada titahnya, sekalipun keinginan dan kebijakannya bukan hal yang baik dan benar untuk memimpin, akhirnya ia digulingkan dan dikudeta oleh kerajaan persemakmuran dan keturunannya (klan Targaryen) dijadikan buronan untuk ditiadakan, tentu penyebabnya adalah masyarakat sudah sangat geram.
Ada juga kisah Ser Brienne of Tarth perempuan pejuang sekaligus seorang ajudan raja, ia merupakan karakter yang memiliki kepribadian setia pada setiap klan/orang yang ia layani, pada raja Renly Baratheon dari House Baratheon, Catelyn Stark permaisuri dari House Stark, Sansa Stark, Bran the Broken, dan Small Council.
Small Council selalu diisi oleh tangan kanan raja, panglima perang, menteri, master, dan orang-orang yang membantu raja dalam mengelola kerajaannya. Kisah yang menarik di sini ketika Small Council diduduki oleh Littlefinger dan Varys, mereka sungguh filsuf kerajaan yang brilian. Littlefinger dengan kecerdasan diplomasinya, Varys dengan kemampuan mengelola tim intelijen kerajaan, terlepas dari politik kotor, mereka tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Ada satu segmen dialog tentang sang penguasa oleh Littlefinger dan Varys yang benar-benar membuat otak saya terstimulus, begini: "Saya akan mengutamakan kepala saya." Untuk rakyat dan raja. sementara Varys menggunakan tipu daya licik yang sama, dengan tujuannya bertindak yang terbaik bagi rakyat. "Saya melakukan apa yang saya lakukan untuk kebaikan kerajaan." Perbedaan mendasar dalam filosofi dan pandangan hidup mereka menyebabkan nasib kedua karakter tersebut pada akhirnya berbeda, meskipun mereka memiliki bakat dan strategi yang sama. "Saya mengagumi Anda.
| Baca juga: Manajemen Rapat
Ada banyak kisah lainnya seperti asmara gelap yang dilakukan oleh permaisuri kerajaan agung dengan abang kandungnya (incest). Lainnya seperti White Walkers (mayat hidup yang dibangkitkan dengan sihir). The Wildling dan para raksasa, para pejuang kerajaan, berbagai sihir, klan kuno, makhluk kuno. Diversitas etnik, ras, agama, dan tingkah laku berbagai karakter adaptif atau sesuai dengan alam yang mereka tinggali. Berbagai paham dan ideologi, seperti Nihilisme, Stoikisme, Machiavelisme, Eksistensialisme, Nasionalisme, Kolonialisme, Fasisme, dan masih banyak lainnya.
Series ini menarik untuk ditonton dan sangat saya rekomendasikan, dan saya berani menjamin Anda tidak akan kecewa setelah menontonnya, bagaimana tidak, series ini mendapatkan rating 9.9 di beberapa episode setiap musimnya dari IMDB. Saya juga merekomendasikan Anda membaca novel karya George R. R. Martin ini, mengapa? Karya luar biasa ini terus berlanjut dan semakin menarik untuk disaksikan, apalagi orang dengan antusias tinggi yang sudah melihat series televisinya namun ingin mengetahui kelanjutan ceritanya secepatnya, sebelum digarap oleh rumah produksi. Seperti yang kita tau bersama, ketika karya sudah dijadikan sinema, banyak cerita yang ditambah atau dikurangi untuk membuatnya semakin menarik ditonton, alasan lainnya mungkin seperti durasi -- menonton semakin ringkas namun tetap pada garis sakral cerita.
Anda bisa menonton Game of Thrones melalui aplikasi streaming HBO Go.
-Valar Morghulis.
| Baca juga: Mengapa Manusia Berbeda-beda?





1 Comments
Valar Dohaeris.
ReplyDelete